LANGKAT, JurnalPakar.com | 24 September 2026 – Tim SAR Gabungan yang dikoordinasikan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan berhasil menemukan korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Sei Lepan, Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Korban atas nama Herson Franki Hutauruk (53), warga setempat, ditemukan pada Kamis (24/9/2026) pukul 12.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 2 kilometer dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Korban dilaporkan terpeleset di tepi Sungai Sei Lepan. Pencarian awal telah dilakukan oleh Polsek Babalan, keluarga, dan masyarakat sekitar, namun korban belum ditemukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan kemudian diteruskan oleh BPBD Langkat melalui Bapak Rahmat Iriadi kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk bantuan SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan memberangkatkan 7 personel Tim Rescue dilengkapi peralatan SAR dan langsung berkoordinasi dengan Polsek Pangkalan Berandan dan BPBD Langkat di lokasi.
“Saat tim tiba di lokasi, kami menerima informasi dari nelayan setempat yang telah menemukan korban. Tim langsung bergerak ke titik tersebut untuk melakukan evakuasi,” ujar Hery.
Korban berhasil dievakuasi pada pukul 13.25 WIB dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, Hery menyatakan Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan, Polsek Babalan, BPBD Langkat, pemerintah setempat, masyarakat, dan keluarga korban atas dukungan selama pelaksanaan operasi,” katanya.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Car Double Cabin, perahu karet, drone thermal, Aqua Eyes, peralatan water rescue, medis, komunikasi, APD personal, serta kantong jenazah.
Pada kesempatan itu, Hery juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, mengenali potensi bahaya di lingkungan sungai, dan tidak beraktivitas seorang diri di area berisiko. Jika terjadi kondisi darurat yang membahayakan jiwa, segera laporkan kepada pihak berwenang atau Kantor Pencarian dan Pertolongan terdekat,” tutupnya.
Dengan telah dievakuasinya korban, Operasi SAR satu orang hanyut di Sungai Sei Lepan resmi ditutup dan seluruh unsur kembali ke satuan masing-masing.
(TEAM)











