MEDAN, JURNALPAKAR.COM – Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti Jalan Medan Area Selatan. Di tengah riuh kota, sebuah ketulusan hadir menyambut Hari Pahlawan Nasional 10 November 2026.
Dewan Pimpinan Wilayah Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (DPW FABEM) Sumatera Utara turun langsung ke masyarakat dengan membawa misi kemanusiaan. Melalui Gerakan Solidaritas Bersama, Berbagi Kursi Roda Dalam Menyambut Hari Pahlawan Nasion, FABEM Sumut menyalurkan bantuan kursi roda bagi warga yang membutuhkan.
Ketua DPW FABEM Sumut, Rinno Hadinata, S.Sos., yang tak lain adalah cucu pejuang kemerdekaan RI 1945 dari peristiwa heroik Pertempuran Medan Area, memimpin langsung penyerahan bantuan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Rinno, kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik. Ini adalah cara FABEM untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan yang sesungguhnya, yakni kepedulian terhadap sesama.
“Ini adalah gerakan solidaritas bersama untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Semangat kebersamaan, cinta kasih, dan rasa persaudaraan harus kita jaga utuh dalam diri setiap individu. Itulah warisan sejati para pahlawan,” tegas Rinno dengan penuh semangat, Minggu (2/11/2026).
Rinno juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para dermawan yang telah menjadi pilar gerakan ini. Ia menyebut nama-nama sahabat seperjuangan yang tulus membantu, seperti Ridha Saputra, Samsuar Sinaga, Dr. Ir. Mulyono, S.T., Fery Situmeang, serta para senior dan sahabat FABEM lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Adapun bantuan kursi roda pertama ini diserahkan secara langsung di Jalan Medan Area Selatan, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, pada Minggu, 2 November 2026.
Rinno menegaskan, aksi sosial ini tidak akan berhenti di sini. FABEM Sumut berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan kursi roda di beberapa titik lainnya hingga puncak peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2026 mendatang.
Tangis Haru Mbah Suri (70)
Momen paling menyentuh terjadi saat bantuan kursi roda itu diterima oleh Mbah Suri (70). Dengan mata berkaca-kaca, Mbah Suri tak kuasa menahan haru.
Sambil mengusap air matanya, Mbah Suri memanjatkan doa tulus untuk para donatur.
“Terima kasih banyak kepada para donatur yang telah memberikan bantuan kursi roda ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan nikmat rezeki, kesehatan, keselamatan, serta dipermudah dalam setiap langkah,” ucap Mbah Suri lirih namun penuh makna.
Sebuah kursi roda, mungkin sederhana. Namun bagi Mbah Suri, itu adalah kaki baru, harapan baru, dan bukti bahwa semangat pahlawan masih hidup di tengah masyarakat Medan.
(TEAM)












