STATUS DPR JADI TAMENG! WARGA LAPOR DUGAAN MAFIA TANAH & OBSTRUCTION OF JUSTICE DI SUMUT

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JurnalPakar.com – Dugaan “obstruction of justice by bureaucracy” dan praktik mafia tanah kembali mencuat. Kali ini terjadi di wilayah hukum Polda Sumut dan menyeret nama seorang Anggota DPR RI.

Seorang warga negara Indonesia, Legiman Pranata, mengaku sudah 2 kali mengadu ke Propam Mabes Polri dan Kompolnas. Ia juga sudah melayangkan laporan resmi ke Komnas HAM, Ombudsman, Komisi III DPR, Kapolri, hingga BPN. Tujuannya satu: menuntut keadilan atas dugaan diskriminasi hukum, maladministrasi, dan pemalsuan dokumen tanah.

Dalam pengaduannya, pelapor menyoroti 4 kejanggalan utama:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskriminasi Dalam Penegakan Hukum:
Penyidik diduga belum memanggil Terlapor dengan alasan “statusnya sebagai Anggota DPR RI“. Hal itu tertulis dalam Surat Irwasda Polda Sumut tanggal 9 Februari 2026.

“Ini jelas bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 tentang Persamaan di Muka Hukum. Hukum tidak boleh tunduk pada jabatan,” tegas Legiman.

Maladministrasi Pertanahan:
SHM Nomor 477, diduga diterbitkan dengan mengabaikan masa pengumuman dan riwayat penguasaan tanah sebagaimana diwajibkan dalam PP No. 24 Tahun 1997.
Pelapor menduga, kalau ini adalah bentuk maladministrasi yang harus dievaluasi oleh pihak BPN.

Penundaan Penanganan Perkara / Undue Delay:
Sudah lebih dari 2 kali pengaduan dilayangkan ke Propam Mabes Polri dan Kompolnas, terkait stagnasi perkara di Polrestabes Medan. Namun hingga kini, belum ada perkembangan signifikan.

Baca Juga:  Basarnas Medan Turunkan Tim dan Peralatan USAR Lakukan Pencarian Dua Korban Tertimbun Reruntuhan di Grand Polonia Medan

“Ini jelas melanggar hak konstitusional saya untuk mendapatkan kepastian hukum yang cepat,” ungkap Legiman lagi.

Dugaan Mafia Tanah dan Pemalsuan Identitas:
Berdasarkan keterangan Legiman, ada dugaan kuat penggunaan ‘identitas tidak sah’ dalam dokumen pertanahan untuk penerbitan SHM 477. Jika terbukti, maka berlaku asas ‘Ex Injuria Jus Non Oritur’ – hak tidak dapat lahir dari perbuatan melawan hukum. Perbuatan itu, berpotensi memenuhi unsur Pasal 263 dan 266 KUHP.

TUNTUTAN:
Pelapor meminta 5 hal: Pengawasan terhadap oknum, Pemanggilan setara tanpa diskriminasi, Evaluasi SHM 477 oleh BPN, Penanganan pidana pemalsuan, dan Jaminan perlindungan bagi pelapor.

“Kami tidak melawan institusi. Kami melawan oknum dan praktik birokrasi yang menghalangi keadilan. Jika hari ini kami diam, maka besok giliran rakyat kecil lainnya yang jadi korban,” pungkas pelapor.

Sudah sepatutnya, kasus ini harus segera diungkap dengan seterang-terangnya, karena kebobrokan oknum di institusi pembuat peraturan, pengawasan dan juga penegakan hukum tidak boleh dibiarkan terus ditutup-tutupi dan Rakyat berhak tahu kebusukan mereka..!

(Legiman Pranata)
HP 081397331046

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Asta Cita Prabowo, Ketum KAPMI Muliansyah Optimis Ekonomi Tetap Tumbuh di Rapimnas KADIN
Gagal Dieksekusi PN Lubuk Pakam, Lahan Al Washliyah di Pasar 4 Helvetia Ricuh
KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka Usai Tabrakan Kapal Taiwan, Kodaeral I Evakuasi 3 ABK
Tolak Eksekusi 32 Hektare Lahan Pasar IV Desa Helvetia, Ribuan Warga: Kami Siap Pertahankan
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Imigrasi Belawan Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Pengabdian
Skandal Pembalakan Liar di Sungai Apit: Ribuan Kayu Mahang Ditebang, Pandi Ilog Bungkam Seribu Bahasa!
PERKUAT PENJAGAAN LAUT SUMUT, KODAERAL I DAN BEA CUKAI SATUKAN LANGKAH LAWAN PENYELUNDUPAN
Menembus Batas Kepulauan, KRI Bung Karno-369 Kawal Rupiah Hingga Pelosok Negeri
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:51 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, Ketum KAPMI Muliansyah Optimis Ekonomi Tetap Tumbuh di Rapimnas KADIN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Gagal Dieksekusi PN Lubuk Pakam, Lahan Al Washliyah di Pasar 4 Helvetia Ricuh

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:35 WIB

KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka Usai Tabrakan Kapal Taiwan, Kodaeral I Evakuasi 3 ABK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Tolak Eksekusi 32 Hektare Lahan Pasar IV Desa Helvetia, Ribuan Warga: Kami Siap Pertahankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Imigrasi Belawan Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Pengabdian

Berita Terbaru