Medan (JurnalPakar.com) — Rencana aksi massa di Belawan resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, Forkopinda Kota Medan akan menggelar forum dialog untuk menyerap aspirasi sekaligus keresahan warga. Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat Belawan, Ustadz Nabawi, Rabu (30/4/2026).
“Yang surut hanya langkah kaki di jalanan, bukan suara hati masyarakat Belawan. Perjuangan ini bukan tentang siapa yang paling keras berteriak, tapi siapa yang paling tulus memperjuangkan kebenaran,” ujar Ustadz Nabawi.
Ia menjelaskan, forum dialog yang diinisiasi Forkopinda Kota Medan diharapkan menjadi ruang resmi bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang selama ini terpendam. Waktu dan tempat pelaksanaan masih dikoordinasikan, namun agenda utamanya jelas: memastikan suara warga Belawan didengar pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ustadz Nabawi mengimbau masyarakat tetap menjaga ketenangan dan tidak terpancing provokasi. “Menahan diri bukan berarti menyerah. Justru di situlah letak kekuatan kita—menjaga marwah perjuangan tanpa melanggar hukum,” tegasnya.
Meski menunda aksi, ia memberi catatan keras kepada Wali Kota Medan. “Jika pemimpin terus memilih diam, maka rakyat akan mencari jalannya sendiri untuk bersuara. Suara rakyat tak boleh dipadamkan oleh diamnya pemimpin,” kata Ustadz Nabawi.
Ia menegaskan, apabila dialog tidak menghasilkan langkah konkret, aksi ke Kantor Wali Kota Medan menjadi opsi terakhir. “Itu bukan ancaman, melainkan ikhtiar agar aspirasi keresahan warga benar-benar mendapat jawaban,” tutupnya.
Saat ini situasi Belawan terpantau kondusif. Warga menunggu kepastian jadwal dialog dan tindak lanjut nyata dari Pemko Medan.
(ZH)










