Ketum Srikandi PAKAR Indonesia: Secara Ilmu Hukum, SHM Berbasis NIK Ganda Adalah Produk Cacat Juridis dan Batal Demi Hukum

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JurnalPakar.com
DELI SERDANG (3/5/2026) – Ketua Umum Srikandi PAKAR Indonesia, Elita Megawati, memberikan pernyataan resmi terkait sengketa lahan milik Legiman Pranata. Dalam keterangannya, Srikandi PAKAR menyoroti aspek legalitas penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diduga melibatkan oknum pejabat berinisial SPHS dengan manipulasi identitas (NIK Ganda)

Analisis Hukum: Cacat Administrasi dan Itikad Buruk
Elita Megawati menegaskan bahwa dalam perspektif hukum agraria dan administrasi negara, kasus ini merupakan pelanggaran serius terhadap prosedur hukum:

1. Asas Mala Fides (Itikad Buruk): Berdasarkan prinsip hukum umum, setiap tindakan yang didasari itikad tidak baik—termasuk manipulasi identitas NIK untuk menguasai aset—mengakibatkan produk hukum yang dihasilkan (SHM No. 477) menjadi Cacat Juridis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Kepastian Identitas (Subjek Hukum): Berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, subjek hukum haruslah jelas dan sah. Penggunaan NIK Ganda oleh oknum selama 12 tahun melanggar UU No. 24 Tahun 2013 tentang Adminduk. Secara ilmu hukum, jika subjek pemohon tidak sah, maka alas haknya pun gugur.

3. Batal Demi Hukum (Null and Void): “Karena adanya cacat administrasi yang bersifat substansial dalam proses penerbitannya, maka negara (Kementerian ATR/BPN) memiliki kewenangan—bahkan kewajiban—untuk membatalkan sertifikat tersebut secara administratif tanpa harus menunggu putusan inkrah pengadilan perdata,” tegas Elita

Baca Juga:  Peringati May Day, SATGASUS LSM PAKAR SUMUT: Buruh Sejahtera, Hukum Bicara, Sumut Berdaya

Sorotan atas “Karpet Merah” Administrasi
Srikandi PAKAR mempertanyakan durasi penerbitan SHM yang hanya memakan waktu 10 hari. Secara fakta lapangan, durasi ini sangat tidak wajar jika dibandingkan dengan permohonan rakyat biasa.
“Ini bukan sekadar administrasi yang cepat, tapi patut diduga sebagai penyalahgunaan wewenang (Abuse of Power). Kami mendesak Satgas Mafia Tanah dan KPK untuk memeriksa adanya potensi gratifikasi atau ‘karpet merah’ yang diberikan oknum BPN kepada oknum legislatif tersebut,” lanjutnya.

Sikap Organisasi
Sebagai sayap perempuan DPP PAKAR Indonesia, Srikandi PAKAR menyatakan:

* Mendesak PDI Perjuangan untuk melakukan tindakan disiplin terhadap kadernya berinisial SPHS sesuai kode etik partai terkait pembelaan “Wong Cilik”.
* Menuntut Implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas mafia tanah yang menggunakan instrumen kekuasaan untuk menindas warga seperti Pak Legiman.

“Kami tidak bicara opini, kami bicara fakta hukum. Jika hukum bisa ditekuk oleh NIK Ganda dan jabatan, maka runtuhlah kedaulatan kita. Srikandi PAKAR akan mengawal Pak Legiman hingga haknya kembali,” tutup Elita Megawati

(TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Pembalakan Liar di Sungai Apit: Ribuan Kayu Mahang Ditebang, Pandi Ilog Bungkam Seribu Bahasa!
BONGKAR! Usai Beritakan Gudang Oplosan Minyak, Wartawan Dikeluarkan dari Grup Humas Polsek Kandis — Ada Apa Sebenarnya?
Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!
Sempat Tutup Beberapa Hari Karena Viral, Gelangang Perjudian Tembak Ikan Yepta Disamping Sekolah Yapim Situngaling – Karo Sudah Beroperasi Kembali
MILAD SYARIKAT ISLAM KE-121: BUKAN HANYA SOAL USIA, TAPI TENTANG KONSISTENSI MEMPERKUAT EKONOMI UMAT DAN TRILOGI PERJUANGAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Skandal Pembalakan Liar di Sungai Apit: Ribuan Kayu Mahang Ditebang, Pandi Ilog Bungkam Seribu Bahasa!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:56 WIB

BONGKAR! Usai Beritakan Gudang Oplosan Minyak, Wartawan Dikeluarkan dari Grup Humas Polsek Kandis — Ada Apa Sebenarnya?

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Sempat Tutup Beberapa Hari Karena Viral, Gelangang Perjudian Tembak Ikan Yepta Disamping Sekolah Yapim Situngaling – Karo Sudah Beroperasi Kembali

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:44 WIB

MILAD SYARIKAT ISLAM KE-121: BUKAN HANYA SOAL USIA, TAPI TENTANG KONSISTENSI MEMPERKUAT EKONOMI UMAT DAN TRILOGI PERJUANGAN

Berita Terbaru