3 ABK TEWAS TERHIRUP UAP BERACUN DI PALKA KM PULAU SAMOSIR, KELUARGA JEMPUT JENAZAH DI BELAWAN

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN BELAWAN | JurnalPakar.com – Tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Pulau Samosir ditemukan meninggal dunia diduga akibat menghirup uap beracun di dalam palka kapal ikan. Peristiwa itu diduga terjadi karena korban bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Jenazah ketiga ABK tersebut dijemput keluarga di Dermaga Gudang Bincuan, Gabion Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, pada Senin, 31 Agustus 2026, bertepatan dengan kedatangan KM Pulau Samosir.

Identitas Korban dan Pemilik Kapal
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kapal ikan KM Pulau Samosir diketahui milik Bunhong. Ketiga ABK yang meninggal dunia adalah:
1. Iwan, sekitar 51 tahun, warga Young Panah Hijau, Kelurahan Pekan Labuhan
2. Darto, sekitar 50 tahun, warga Kampung Nelayan Indah, Kelurahan Nelayan Indah
3. Rahmad, sekitar 45 tahun, warga Kampung Nelayan Indah, Kelurahan Nelayan Indah
Ketiganya disebut telah lama bekerja di kapal tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kronologi dan Kondisi Saat Berangkat
KM Pulau Samosir dinakhodai oleh Yusri M. Jamil, 52 tahun, warga Desa Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur. Kapal dengan GT 26, No. 976 PPa itu berangkat dari Gudang Bincuan pukul 02.30 WIB dengan 9 orang ABK.
Saat insiden terjadi, para ABK dilaporkan tidak menggunakan APD saat bertugas di dalam palka.

Pengakuan Nakhoda
Nakhoda KM Pulau Samosir, Yusri M Jamil alias Wak Ali, membenarkan bahwa salah satu korban bertugas membersihkan palka ikan pacifik.
“Waktu itu sekitar jam 08.30 WIB saya masih di anjungan. Alm. Darto bertugas di bagian pembersihan palka ikan pacifik. Sekitar jam 09.00 WIB saya baru dapat laporan bahwa ketiga ABK sudah meninggal dunia. Semuanya berlangsung sangat cepat,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Baca Juga:  NMAX BK 4560 AKL Hilang Digondol Maling di Griya 1 Martubung, Korban Lapor Polres Pelabuhan Belawan

Nakhoda Menghindar Saat Ditanya APD
Ketika disinggung soal kelengkapan APD dan identitas GT yang tertera di badan kapal, Yusri memilih menghindari pertanyaan wartawan dengan alasan harus segera menyelesaikan pekerjaannya.
“Selesaikan pekerjaan dulu ya,” ucapnya singkat lalu berlalu.

Evakuasi Jenazah
Jenazah ketiga korban kemudian dievakuasi oleh rekan sesama nelayan dibantu pihak keluarga dan personel Posal Koarmada I Belawan. Selanjutnya jenazah dimasukkan ke mobil ambulans dan dibawa ke rumah duka masing-masing.

Ketidakhadiran Petugas Terkait
Hingga proses evakuasi selesai, tidak terlihat kehadiran petugas dari instansi terkait di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti PSDKP maupun Syahbandar Perikanan selaku pengelola Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan (PPSB).

Tuntutan Tanggung Jawab
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar mengenai siapa yang harus bertanggung jawab, khususnya terkait pengawasan keselamatan kerja di pelabuhan dan di atas kapal. Publik mendesak agar pengelola Pelabuhan Gabion Belawan dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas.

(TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Belawan Raih Dua Penghargaan Nasional di Ajang Bimtek Pimpasa Ditjen Imigrasi
AKSI SOSIAL CSR, PT MUSIM MAS GELAR PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DAN DONOR DARAH MASYARAKAT MEDAN DELI DAN MEDAN LABUHAN 
TRANSFORMASI PELINDO GROUP, PENERBITAN NOTA JASA KEPELABUHAN BELAWAN BERALIH KE PELINDO REGIONAL I
Pelindo Multi Terminal Cetak Wirausaha Muda Lewat Program Jamur Berdaya HUB di Medan
Dugaan Skandal P3TGAI Asahan Rp1,17 Miliar Mencuat, 6 P3A di Meranti Mengaku Diperas Rp570 Juta
Perkuat Tata Kelola Aset Negara, KSOP Belawan dan Pelindo Regional 1 Teken Tukar Menukar BMN
216 Hari Laporan Dipetieskan Polsek Medan Tembung, LP Zenius Taruna Kamal Mangkrak
Gagal Dieksekusi PN Lubuk Pakam, Lahan Al Washliyah di Pasar 4 Helvetia Ricuh
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Imigrasi Belawan Raih Dua Penghargaan Nasional di Ajang Bimtek Pimpasa Ditjen Imigrasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:11 WIB

AKSI SOSIAL CSR, PT MUSIM MAS GELAR PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DAN DONOR DARAH MASYARAKAT MEDAN DELI DAN MEDAN LABUHAN 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:10 WIB

TRANSFORMASI PELINDO GROUP, PENERBITAN NOTA JASA KEPELABUHAN BELAWAN BERALIH KE PELINDO REGIONAL I

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Pelindo Multi Terminal Cetak Wirausaha Muda Lewat Program Jamur Berdaya HUB di Medan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Dugaan Skandal P3TGAI Asahan Rp1,17 Miliar Mencuat, 6 P3A di Meranti Mengaku Diperas Rp570 Juta

Berita Terbaru