Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli, Tokoh dan Pakar Dorong Pelestarian Komoditas Bersejarah

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, (JP) – Tembakau Deli merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dan memiliki jejak sejarah panjang di Sumatera Timur sejak mulai dibudidayakan secara masif pada tahun 1863. Karena itu, keberadaan tanaman ini perlu dijaga dan tidak boleh dibiarkan punah.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi bertema tembakau Deli pada acara Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli sebagai Warisan Dunia yang digelar Sabtu (11/07) di Desa Klumpang Kebun.

Menurut Guru Besar Sejarah UNIMED, Prof.DR Phill Ichwan Azhari MS, sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut, harus ada upaya maksimal termasuk oleh masyarakat perkebunan untuk terus mendorong agar tembakau terus dibudidayakan sebagai komoditas. “Akan sangat menarik jika masyarakat perkebunan juga mendorong berdirinya museum tembakau di Klumpang, sebagai wadah untuk melihat masa lalu tembakau oleh generasi mendatang,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada juga diungkapkan Mariadi, dan Yusdianto, dua pensiunan perkebunan negara yang puluhan tahun berada di lingkungan kebun tembakau.

Diakui Mariadi, memang tidak mudah untuk membudidayakan tembakau jika dibanding komoditas perkebunan lainnya seperti kelapa sawit atau tebu. Sebab tembakau memiliki kekhsan yang tidak dimiliki tanaman lain. Tembakau harus dirawat secara teliti sejak masih dalam bentuk kecambah sampai dipindahkan ke ladang yang sudah disiapkan lebih dulu. “Proses perawatannya saat tumbuh juga harus teliti sehingga bisa menghasilkan daun tembakau yang berkualitas tinggi saat daun tembakau dipanen di usia sekitar 42 hari,” jelas Mariadi.

Diakui mantan Askep tanamqn tembakau ini, tantangan yang dihadapi untuk terus mempertahankan tanaman tembakau memang tidak mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari iklim yang berubah, kondisi tanah, sampai lemahnya kemampuan orang-orang yang dipercaya untuk mengelola tembakau. Jika di era lalu, setidaknya bekas lahan tembakau dihutankan dulu selama 10 tahun sebelum digunakan lagi. “Kalau sekarang begitu dihutankan langsung jadi sasaran penggarap untuk menguasai lahan yang dianggap diterlantarkan, sulit memang. Cukup besar tantangan yang dihadapi perusahaan perkebunan seperti PTPN. Regional,” jelasnya.

Baca Juga:  BMM SUMUT DAN PELINDO REGIONAL 1 GELAR PELATIHAN PENGHIJAUAN DI MEDAN BELAWAN

Bahkan menurut Prof. DR Ichwan Azhari, salah seorang pembudidaya tembakau di Jember, Jawa Timur yang mantan karyawan PTPN II, sempat meramalkan di tahun 2017, bahwa 40 tahun ke depan tembakau Deli akan punah dan tidak ada lagi. “Kalau tidak dilakukan upaya upaya yang serius, saya yakin juga ramalan beliau akan terbukti,” kata Ichwan Azhari.

Ichwan Azhari maupun Mariadi menyambut positif kegiatan Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli sebagai Warisan Dunia yang dilaksanakan di Desa Klumpang Kebun. Sebab lewat kegiatan yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui LPDP ini bisa menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan bagi keberlanjutan keberadaan tembakau Deli.

Di samping diskusi seputar tembakau Deli dan tantangan yang harus dihadapi ke depan kegiatan ini juga diisi dengan pemutaran film dokumenter sejarah tembakau Deli, pameran foto-foto yang berkaitan dengan perkebunan, serta atraksi kesenian khas perkebunan tembakau yakni Jaran Kepang. Kesenian khas masyarakat Jawa ini sangat berkaitan dengan munculnya kantong-kantong permukiman masyarakat Jawa di lingkungan perkebunan tembakau, seperti Helvetia, Klambir Lima, Klumpang, Sentris, Sampali sampai Bulu China. Daerah daerah ini adalah kantong-kantong perkebunan penghasil tembakau yang sangat dibanggakan para pengusaha perkebunan Eropah di era Kolonial karena tembakau yang dihasilkannya cukup berkualitas sehingga berharga sangat tinggi di pasar lelang Eropah seperti di Jerman.

“Mudah-mudahan lewat Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli sebagai Warisan Dunia, akan meninggalkan jejak positif bagi upaya yang lebih serius ke depan. Apalagi saat ini Perusahan Perkebunan sudah mampu melakukan transformasi dengan melakukan hilirisasi tembakau menjadi produk cerutu, jadi tidak sekadar menjual.

(Awal Yatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!
BMM SUMUT DAN PELINDO REGIONAL 1 GELAR PELATIHAN PENGHIJAUAN DI MEDAN BELAWAN
BOBBY NASUTION TINJAU BANJIR JALAN LETDA SUJONO, PENANGANAN KAWASAN PERBATASAN DIDORONG SEGERA DIREALISASIKAN 
54 LEMBAR CEK DIPERSOALKAN, PT TOBA SURIMI GUGAT BANK MANDIRI KE PN MEDAN
KAJARI BELAWAN LANTIK KASI PIDUM DAN KASUBSI PENUNTUTAN, EKSEKUSI, EKSAMINASI
4 RUKO DI JALAN SWADAYA MEDAN DENAI DISEGEL, LSM PAKAR DORONG LANJUTKAN PROSES HUKUM
KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI BELAWAN GELAR LAYANAN EAZY PASPOR DI ADLIYAH AMANAH UTAMA TRAVEL
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:29 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Jumat, 11 September 2026 - 10:22 WIB

LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!

Rabu, 9 September 2026 - 14:36 WIB

BMM SUMUT DAN PELINDO REGIONAL 1 GELAR PELATIHAN PENGHIJAUAN DI MEDAN BELAWAN

Rabu, 9 September 2026 - 07:40 WIB

BOBBY NASUTION TINJAU BANJIR JALAN LETDA SUJONO, PENANGANAN KAWASAN PERBATASAN DIDORONG SEGERA DIREALISASIKAN 

Selasa, 8 September 2026 - 14:13 WIB

54 LEMBAR CEK DIPERSOALKAN, PT TOBA SURIMI GUGAT BANK MANDIRI KE PN MEDAN

Berita Terbaru