Medan Diselimuti Asap Kiriman Sumsel-Kalimantan, AQI Tembus 207, DPP REAKSI Desak Status Siaga Darurat Pencemaran Udara

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN | JurnalPakar.com – Kualitas udara Kota Medan memburuk dalam beberapa hari terakhir akibat kabut asap kiriman lintas pulau dari Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan yang terbawa angin akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan indeks kualitas udara, AQI Medan berada di rentang 183 hingga 207 dengan kategori tidak sehat, dengan jarak pandang terbatas 1-3 kilometer. (15/10/2026)

Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Relawan Antisipasi Kebencanaan dan Lingkungan Hidup Pesisir (DPP REAKSI) mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif sesuai peraturan perundang-undangan.

Ketua Umum DPP REAKSI, Putra Islami, menilai kondisi saat ini perlu disikapi sebagai potensi bencana ekologis lintas wilayah sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan data yang kami pantau, AQI Medan sudah 183-207 kategori tidak sehat dan jarak pandang 1-3 km. Kondisi ini sudah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi mengganggu kesehatan. Kami mendorong Pemko Medan dan Pemprov Sumut untuk mengkaji penetapan Status Siaga Darurat Pencemaran Udara sebagai langkah perlindungan kepada warga, serta mendorong Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk memperkuat status Siaga Darurat Karhutla di wilayah sumber asap di Sumsel dan Kalimantan,” ujar Putra Islami.

Putra Islami juga menginstruksikan jajaran REAKSI untuk membantu sosialisasi penggunaan masker dan pemantauan dampak kesehatan di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris DPP REAKSI Junaidi, menyoroti pentingnya keterbukaan data dan penanganan di hulu.

Baca Juga:  LEGIMAN PRANATA DESAK POLDASU TINGKATKAN KINERJA: PENANGANAN DUGAAN MAFIA TANAH DAN KTP GANDA DIMINTA LEBIH TERBUKA

“Jika sumbernya terkonfirmasi dari Sumsel dan Kalimantan, maka penanganan di hulu perlu diperkuat. Kami mendorong KLHK, BNPB, dan Satgas Karhutla untuk memaksimalkan pemadaman dan membuka data hotspot serta kualitas udara secara real-time agar masyarakat Medan mendapat informasi yang akurat,” kata Junaidi.

Junaidi juga mendorong Pemko Medan membuka posko informasi AQI harian dan mengeluarkan imbauan pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok sensitif seperti pelajar, ibu hamil, dan lansia.

Dari aspek kemasyarakatan, Bendahara Umum DPP REAKSI Zevri Hutabarat, menegaskan bahwa dampaknya dirasakan luas oleh warga Kota Medan.

“Dengan AQI 183-207, semua warga yang beraktivitas di luar ruangan berpotensi terdampak, mulai dari pelajar, pekerja, hingga pengendara. Potensi keluhan seperti ISPA, iritasi mata, dan gangguan pernapasan perlu diantisipasi bersama. Karena itu kami mendorong langkah preventif seperti pembagian masker, layanan cek kesehatan, dan percepatan pemadaman di wilayah sumber asap,” ujar Zevri Hutabarat.

Zevri menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat diperlukan agar penanganan tidak hanya bersifat imbauan.

DPP REAKSI mengimbau masyarakat Medan untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, memperbanyak konsumsi air putih, dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas atau iritasi.

(TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AKSI SOSIAL CSR, PT MUSIM MAS GELAR PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DAN DONOR DARAH MASYARAKAT MEDAN DELI DAN MEDAN LABUHAN 
TRANSFORMASI PELINDO GROUP, PENERBITAN NOTA JASA KEPELABUHAN BELAWAN BERALIH KE PELINDO REGIONAL I
Pelindo Multi Terminal Cetak Wirausaha Muda Lewat Program Jamur Berdaya HUB di Medan
Dugaan Skandal P3TGAI Asahan Rp1,17 Miliar Mencuat, 6 P3A di Meranti Mengaku Diperas Rp570 Juta
Perkuat Tata Kelola Aset Negara, KSOP Belawan dan Pelindo Regional 1 Teken Tukar Menukar BMN
216 Hari Laporan Dipetieskan Polsek Medan Tembung, LP Zenius Taruna Kamal Mangkrak
Gagal Dieksekusi PN Lubuk Pakam, Lahan Al Washliyah di Pasar 4 Helvetia Ricuh
KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka Usai Tabrakan Kapal Taiwan, Kodaeral I Evakuasi 3 ABK
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:11 WIB

AKSI SOSIAL CSR, PT MUSIM MAS GELAR PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DAN DONOR DARAH MASYARAKAT MEDAN DELI DAN MEDAN LABUHAN 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:10 WIB

TRANSFORMASI PELINDO GROUP, PENERBITAN NOTA JASA KEPELABUHAN BELAWAN BERALIH KE PELINDO REGIONAL I

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Pelindo Multi Terminal Cetak Wirausaha Muda Lewat Program Jamur Berdaya HUB di Medan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Dugaan Skandal P3TGAI Asahan Rp1,17 Miliar Mencuat, 6 P3A di Meranti Mengaku Diperas Rp570 Juta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Perkuat Tata Kelola Aset Negara, KSOP Belawan dan Pelindo Regional 1 Teken Tukar Menukar BMN

Berita Terbaru