Diduga Serobot Lahan Warga, Program Ketahanan Pangan Kodaeral I di Deli Serdang Menuai Kontroversi

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JurnalPakar.com Deli Serdang, Sumatera Utara — Program Ketahanan Pangan Kodaeral I yang dilaksanakan di Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (17/6/2026), menuai polemik. Kegiatan yang diklaim sebagai optimalisasi lahan seluas 270 hektar milik PTPN I Regional 1 itu justru diduga berdiri di atas lahan yang diklaim milik warga.

Permasalahan mencuat setelah seorang warga bernama Atan Gantar Gultom mengaku sebagai pemilik sah sebagian lahan yang digunakan dalam kegiatan penanaman perdana ubi tersebut. Ia menyebut telah menguasai lahan seluas sekitar 3 hektar selama kurang lebih 30 tahun, berikut bukti transaksi pembelian dari masyarakat setempat.

“Atas laporan masyarakat, saya terkejut mengetahui lahan yang selama ini kami kelola tiba-tiba digunakan tanpa konfirmasi. Padahal lahan itu telah menjadi sumber penghidupan warga selama puluhan tahun,” ujar Atan, Senin (22/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atan juga mengungkapkan bahwa bangunan yang sebelumnya difungsikan sebagai kantor ranting organisasi masyarakat Pemuda Pancasila di atas lahan tersebut, kini telah berubah fungsi dan warna menjadi identitas yang disebut menyerupai institusi Marinir, serta digunakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan Kodaeral I.

“Itu kantor yang saya bangun untuk masyarakat. Tapi sekarang berubah tanpa sepengetahuan saya. Bahkan ketua ranting PP Limau Manis tidak berani memberikan penjelasan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Atan membantah klaim bahwa lahan tersebut merupakan lahan tidur. Ia menegaskan bahwa selama ini lahan dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat untuk kegiatan pertanian.

Baca Juga:  PERMEDSU Salurkan Bantuan kepada Nenek Emi, Sosok yang Viral Saat HUT RI ke-81

“Dari dulu lahan itu produktif. Jadi tidak tepat jika disebut lahan tidur. Justru itu sudah menjadi bagian dari ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

Kritik juga datang dari Ketua DPW LSM PAKAR Sumatera Utara, Elita Megawati. Ia menilai tindakan tersebut mencederai hak masyarakat dan mempertanyakan keterlibatan Marinir dalam program ketahanan pangan.

“Kami mempertanyakan urgensi keterlibatan Marinir dalam program ini. Tugas utama mereka adalah menjaga pertahanan dan keamanan wilayah pesisir, bukan mengelola lahan pertanian, apalagi jika sampai menimbulkan dugaan penyerobotan,” ujarnya.

Elita juga menyoroti peran pemerintah desa yang dinilai tidak responsif. Menurutnya, kepala desa seharusnya menjadi pihak yang mengetahui kondisi wilayah dan memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Ketika kami mencoba meminta klarifikasi, kepala desa tidak berada di tempat dan tidak dapat dihubungi. Ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah dilakukan oleh awak media. Namun hingga berita ini diterbitkan, hanya Wakil Bupati yang memberikan respons singkat tanpa keterangan substantif.

Kasus ini menambah daftar persoalan dalam implementasi program ketahanan pangan di daerah, khususnya terkait transparansi, legalitas lahan, serta keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi resmi dan penyelesaian yang adil guna mencegah konflik agraria yang lebih luas.

(TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tolak Eksekusi 32 Hektare Lahan Pasar IV Desa Helvetia, Ribuan Warga: Kami Siap Pertahankan
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Imigrasi Belawan Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Pengabdian
Skandal Pembalakan Liar di Sungai Apit: Ribuan Kayu Mahang Ditebang, Pandi Ilog Bungkam Seribu Bahasa!
PERKUAT PENJAGAAN LAUT SUMUT, KODAERAL I DAN BEA CUKAI SATUKAN LANGKAH LAWAN PENYELUNDUPAN
Menembus Batas Kepulauan, KRI Bung Karno-369 Kawal Rupiah Hingga Pelosok Negeri
Sinergi Lintas Matra: Polda Sumut, TNI dan Pemda Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Demi Keselamatan di Jalan
Fabem Sumut Soroti Perpres 107/2026 Belum Bisa Diakses Publik, Minta Pemerintah Buka Naskah Resmi
Kasus PT TSI vs Bank Mandiri: Soal 54 Cek Rp124 Miliar Versi Pelapor, Rion Arios Dorong OJK, BI, LPS Beri Kejelasan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Tolak Eksekusi 32 Hektare Lahan Pasar IV Desa Helvetia, Ribuan Warga: Kami Siap Pertahankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Imigrasi Belawan Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Pengabdian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:47 WIB

PERKUAT PENJAGAAN LAUT SUMUT, KODAERAL I DAN BEA CUKAI SATUKAN LANGKAH LAWAN PENYELUNDUPAN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Menembus Batas Kepulauan, KRI Bung Karno-369 Kawal Rupiah Hingga Pelosok Negeri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Sinergi Lintas Matra: Polda Sumut, TNI dan Pemda Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Demi Keselamatan di Jalan

Berita Terbaru