JAKARTA, JurnalPakar.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terbaru, penyidik menetapkan satu tersangka baru dari pihak swasta, yakni Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing.
Sebagaimana dilansir dari detik.com, penetapan tersangka tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, pada Kamis (18/6/2026) di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa penetapan dilakukan setelah penyidik mengantongi setidaknya dua alat bukti yang cukup serta hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Dalam keterangannya, Syarief mengungkapkan bahwa Glory Harimas diduga memiliki peran penting dalam skema penyimpangan program MBG. Ia disebut-sebut diminta oleh mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk mencari mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Tidak hanya itu, Glory juga diberikan akses untuk memperoleh titik dapur SPPG yang kemudian diduga diperjualbelikan kepada pihak-pihak yang ingin mengelola dapur di lokasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, akses yang diberikan tersebut juga mencakup komunikasi dengan tim verifikator yang ditunjuk oleh Dadan Hindayana. Melalui akses tersebut, Glory diduga dapat mengurus proses “rollback” atau pengembalian status dapur SPPG di bawah naungan yayasannya.
Sebelumnya, Kejagung telah lebih dahulu menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini. Mereka antara lain mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri selaku orang dekat Sony, serta Andri Mulyono yang menjabat sebagai Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal.
Dalam kasus ini, Kejagung menduga terjadi berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari adanya afiliasi antara para tersangka dengan yayasan pengelola SPPG hingga dugaan mark-up dalam pengadaan sejumlah barang, seperti motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
(TEAM)











