BELAWAN | JurnalPakat..com – Empat nelayan asal Belawan menjadi korban tabrak lari di Perairan Selat Malaka. Kapal mereka, KM Rezeki GT 5, ditabrak kapal pemancing tuna yang diduga berbendera Taiwan saat sedang lego jangkar.
Peristiwa itu dilaporkan langsung oleh nakhoda KM Rezeki GT 5, Marlan Hasibuan, kepada Ketua DPD HNSI Sumatera Utara, Zulfahri Siagian, SE, pada Selasa (6/10/2026) sore di Belawan.
Marlan datang bersama tiga ABK-nya, yaitu Mhd Soleh (51), M. Hanafi (53) dan Samsul (47). Ia menuturkan, insiden terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu posisi kapal berada di koordinat 13°28’560″ N – 99°28’500″ E, Selat Malaka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika sedang beristirahat, sebuah kapal tuna berwarna biru-putih yang diduga milik Taiwan mendekat dan langsung menghantam KM Rezeki GT 5 hingga kapal tenggelam dan patah menjadi dua bagian. Usai kejadian, kapal penabrak kabur tanpa menolong korban.
“Kami bertahan hidup dengan berpegangan pada jerigen dan potongan triplek atap boat, terombang-ambing di laut,” kata Marlan.
Beruntung, setelah hampir 13 jam bertahan di tengah laut, sekitar pukul 17.00 WIB, sebuah kapal kargo MV Indiana berbendera Filipina milik WL Westfal-Larsen yang sedang melintas melihat isyarat minta tolong dari mereka.
Kapal kargo itu menurunkan sekoci dan mengevakuasi keempatnya. Selama di atas kapal, mereka mendapat perawatan, makanan dan pakaian layak. Selanjutnya mereka diturunkan di Perairan Dumai dan diserahkan kepada Tim SAR.
Di Dumai, mereka dijemput Tim Basarnas di bawah pimpinan Kapten Leny. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di atas kapal penyelamat, rombongan tiba di Medan pada Selasa pagi. Kerugian materi akibat tenggelamnya KM Rezeki GT 5 ditaksir Rp500 juta.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri Siagian mengatakan langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan anggotanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada awak kapal MV Indiana dan Kapten Leny dari Basarnas Dumai yang telah membantu proses evakuasi.
“Kami sudah koordinasi awal dengan Kepala Stasiun PSDKP Belawan Bapak Syamsu. Selanjutnya kami akan buat laporan resmi tertulis kepada Menteri KKP RI dan Gubernur Sumut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut,” tegas Zulfahri.
(Awal Yatim)












