MEDAN MARELAN – Hari Sabtu, 5 September 2026 pukul 13.00 WIB menjadi saksi sebuah langkah suci.
Dikediaman Jalan Kapten Rahmad Buddin, Marelan Pasar IV Barat, Gang Jagung, ditempat itu keluarga besar berkumpul dalam suasana haru dan bahagia.
Hari momentum yang berbahagia ini, Bung Mafrizal dan Ibu Suhaida secara resmi menggelar prosesi peminangan putri tercinta mereka, dr. Fariza Suhaila, kepada dr. Fazri, putra dari Bapak Mulia Efendi Siregar dan Ibu Ropiah Nasution.
Acara berlangsung khidmat dengan balutan adat Melayu yang kental. Prosesi dipandu oleh Telangkai Adat Melayu, Dt. Syahrial Fadhly dan Alwi, serta MC asal Kota Medan.
Turut hadir mendoakan dari Keluarga Besar kedua pihak, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, sahabat, dan para undangan dari kedua belah pihak keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cinta yang Tumbuh di Antara Rapat dan Tugas Organisasi
Siapa sangka, benih cinta mereka justru tumbuh di bangku kampus.
Di salah satu universitas di Sumatera Utara, takdir mempertemukan Suhaila dan Fazri.
Fazri kala itu dipercaya sebagai Ketua Umum organisasi mahasiswa, sementara Suhaila mengemban amanah sebagai Bendahara Umum.
Hari-hari mereka diisi dengan rapat, diskusi, dan kerja tim untuk organisasi. Dari situlah tawa, semangat, dan saling mendukung perlahan menumbuhkan rasa cinta.
Yang awalnya hanya rekan seperjuangan, berubah menjadi pasangan yang saling menguatkan.
Dalam sesi ta’aruf yang hangat, kisah perjalanan mereka dikenang kembali. Dari ruang organisasi, ke ruang hati, hingga akhirnya berlabuh pada sebuah komitmen.
Menuju Janji Suci Juli 2027
Setelah prosesi peminangan yang penuh doa, kedua keluarga sepakat menetapkan akad nikah pada Juli 2027.
Sebuah tanggal yang kini menjadi penanda babak baru bagi Suhaila dan Fazri.
Bagi keluarga besar, ini bukan hanya tentang pernikahan. Ini tentang dua insan yang belajar cinta dari kerja sama, belajar setia dari tanggung jawab, dan belajar rumah tangga dari kebersamaan di kampus.
Acara peminangan ditutup dengan doa, senyum, dan air mata haru.
Sebuah tanda bahwa cinta yang dimulai dari organisasi kampus, kini siap melangkah ke pelaminan.
Semoga perjalanan mereka hingga hari H dilancarkan, dan rumah tangga yang akan dibangun kelak menjadi rumah yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Aamiin…
(Zevrey Hoetabarat)












