REAKSI MENDESAK AUDIT K3 TOTAL: Kebakaran KM Cendrawasih Laut di Gabion Bukti Sistem Keamanan Amburadul!

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BELAWAN | JurnalPakar.com — Relawan Antisipasi Kebencanaan dan Lingkungan Hidup Pesisir (REAKSI) mengecam keras dan menyampaikan duka mendalam atas kembali terjadinya kebakaran kapal motor penangkap ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Gabion Belawan pada Minggu, 23 Agustus 2026 hari ini.

Berdasarkan informasi yang diterima, kapal yang terbakar adalah KM Cendrawasih Laut yang merupakan kapal ikan penangkap ikan teri atau Pukat Teri. Kebakaran terjadi ketika kapal tersebut tengah sandar di gudang Sumber Utama (SU) di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebakaran ini menambah panjang daftar insiden serupa yang terjadi berulang di pelabuhan yang sama. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi bagi nelayan dan pemilik kapal, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa para pekerja, mencemari laut dan pesisir, serta mengganggu rantai distribusi hasil perikanan di Sumatera Utara.

REAKSI menilai kejadian hari ini adalah bukti nyata bahwa sistem pencegahan dan mitigasi di Pelabuhan Gabion Belawan masih sangat lemah. Kejadian ini tidak bisa lagi dianggap musibah biasa. Harus ada evaluasi menyeluruh mulai dari kelistrikan kapal, penggunaan bahan bakar, hingga kesiapsiagaan pemadam kebakaran di area pelabuhan.

Ketua Umum REAKSI, Putra Islam, menegaskan bahwa kebakaran hari ini adalah bukti negara abai. “Kami tidak bisa diam melihat nelayan terus menjadi korban. Audit K3 di Pelabuhan Gabion Belawan wajib dilakukan sekarang juga. Keselamatan pekerja dan kelestarian lingkungan pesisir tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Lebih lanjut, REAKSI mempertanyakan status penerapan K3 – Keselamatan dan Kesehatan Kerja di setiap gudang dan fasilitas penunjang di lingkungan Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan. Beberapa catatan kritis kami, apakah APAR dan hidran kebakaran tersedia dan berfungsi di setiap titik gudang, apakah jalur evakuasi dan titik kumpul darurat sudah sesuai standar, apakah pekerja gudang dan ABK telah mendapatkan pelatihan K3 dan simulasi penanggulangan kebakaran secara berkala, serta bagaimana pengawasan terhadap penyimpanan BBM, bahan mudah terbakar, dan instalasi listrik di area gudang. Lemahnya pengawasan K3 berpotensi besar menjadi pemicu dan memperparah dampak saat terjadi kebakaran.

Baca Juga:  Sinergi Lintas Matra: Polda Sumut, TNI dan Pemda Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Demi Keselamatan di Jalan

Sekretaris Jenderal REAKSI, Junaidi, menyampaikan bahwa insiden berulang ini adalah lampu merah bagi semua pihak. “Pengelola pelabuhan dan instansi terkait harus memastikan standar keselamatan benar-benar dijalankan. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak,” katanya.

Bendahara Umum REAKSI, Zevri Hutabarat, menyoroti dampak ekonomi dari kebakaran ini. “Kerugian akibat kebakaran hari ini sangat besar dan langsung menghantam nelayan kecil. Kami mendesak adanya asuransi nelayan, pelatihan mitigasi, dan posko siaga kebakaran 24 jam di pelabuhan agar risiko bisa ditekan,” ungkapnya.

TUNTUTAN REAKSI:
1. Pemerintah Kota Medan, Dinas Perikanan Sumut, dan Syahbandar segera melakukan audit K3 menyeluruh di seluruh gudang dan dermaga di Pelabuhan Gabion Belawan.
2. Pengelola Pelabuhan memastikan seluruh fasilitas pemadam kebakaran aktif, akses jalan untuk mobil damkar tidak terhalang, dan membentuk posko siaga 24 jam.
3. Pemilik kapal dan pengelola gudang wajib mematuhi protokol keselamatan, tidak melakukan praktik berbahaya, dan memberikan perlindungan kepada pekerja.

“Kebakaran kapal bukan hanya urusan nelayan. Ini adalah urusan keselamatan bersama, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan pesisir. REAKSI siap bersinergi dengan semua pihak untuk edukasi kebencanaan, pelatihan mitigasi, dan pendampingan masyarakat pesisir agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Zevri.

Medan, 23 Agustus 2026
REAKSI – Relawan Antisipasi Kebencanaan dan Lingkungan Hidup Pesisir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SP2HP Ketiga Kasus Gadai Mobil Zenius Taruna Kamal Dinilai Jalan di Tempat, Kuasa Hukum Soroti PT Bersama Orzora Sukses Gadai
Gagal Dieksekusi PN Lubuk Pakam, Lahan Al Washliyah di Pasar 4 Helvetia Ricuh
KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka Usai Tabrakan Kapal Taiwan, Kodaeral I Evakuasi 3 ABK
Tolak Eksekusi 32 Hektare Lahan Pasar IV Desa Helvetia, Ribuan Warga: Kami Siap Pertahankan
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Imigrasi Belawan Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Pengabdian
PERKUAT PENJAGAAN LAUT SUMUT, KODAERAL I DAN BEA CUKAI SATUKAN LANGKAH LAWAN PENYELUNDUPAN
Menembus Batas Kepulauan, KRI Bung Karno-369 Kawal Rupiah Hingga Pelosok Negeri
Sinergi Lintas Matra: Polda Sumut, TNI dan Pemda Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Demi Keselamatan di Jalan
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

SP2HP Ketiga Kasus Gadai Mobil Zenius Taruna Kamal Dinilai Jalan di Tempat, Kuasa Hukum Soroti PT Bersama Orzora Sukses Gadai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Gagal Dieksekusi PN Lubuk Pakam, Lahan Al Washliyah di Pasar 4 Helvetia Ricuh

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:35 WIB

KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka Usai Tabrakan Kapal Taiwan, Kodaeral I Evakuasi 3 ABK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Tolak Eksekusi 32 Hektare Lahan Pasar IV Desa Helvetia, Ribuan Warga: Kami Siap Pertahankan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:47 WIB

PERKUAT PENJAGAAN LAUT SUMUT, KODAERAL I DAN BEA CUKAI SATUKAN LANGKAH LAWAN PENYELUNDUPAN

Berita Terbaru