MEDAN, JurnalPakar.com – (29/7/2026) 14 Tahun penggelapan dana 1,5 Miliar didiamkan. Karena bungkamnya PT Bank Negara Indonesia Tbk Cabang Jalan Pemuda Medan atas skandal dugaan penggelapan dana nasabah atas nama Flora Silvia Inggrid Panjaitan, LSM PAKAR Indonesia menyatakan perang terbuka.
Kami tidak akan lagi duduk manis menunggu klarifikasi yang tak kunjung datang.
Aksi Damai Besar-besaran akan digelar di depan Kantor BNI Cabang Pemuda Medan dan Kantor Wilayah BNI Sumut dalam waktu dekat.
Ini bukan lagi soal 1 ruko, tetapi ini soal kepercayaan publik terhadap bank BUMN yang diduga jadi sarang mafia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KETUA UMUM DPP LSM PAKAR INDONESIA, Atan Gantar Gultom menegaskan dengan nada keras:
“14 tahun kami sabar. 14 tahun korban kami, Ibu Flora, hidup dalam ketidakpastian. BNI bilang sudah bayar 1,5 Miliar lewat Bank Mestika. Faktanya? Korban tidak punya rekening di sana. Bukti yang ditunjukkan cuma dari layar HP. Ini penghinaan!
Diamnya BNI hari ini adalah pengakuan. Diam itu artinya bersalah.
Kami sudah layangkan surat ke KPK, OJK, BI, DPRD Sumut. Kalau institusi negara masih tutup mata, maka jalanan yang akan bicara.
Kami desak BNI Pusat segera copot pimpinan BNI Cabang Pemuda Medan, buka data transaksi secara transparan, dan kembalikan uang rakyat 1,5 Miliar + ganti rugi.
Ingat! Uang nasabah bukan uang BNI. Jangan permainkan keringat rakyat!
Jika dalam 3×24 jam tidak ada itikad baik, maka ribuan massa PAKAR Indonesia akan turun. Kami akan kepung kantor BNI sampai ada jawaban!”
TUNTUTAN AKSI DAMAI:
1. Buka Transparansi seluruh alur pembayaran 1,5 Miliar yang diduga fiktif
2. Copot & Periksa oknum pejabat BNI Cabang Pemuda Medan yang terlibat
3. Kembalikan Dana 1,5 Miliar kepada nasabah + kompensasi 14 tahun
4. Usut Tuntas dugaan mafia perbankan di internal BNI
Waktu dan tempat aksi akan diumumkan menyusul.
LSM PAKAR Indonesia mengajak seluruh korban bank, mahasiswa, dan masyarakat Medan untuk bergabung. Cukup sudah perbankan mempermainkan rakyat kecil.
“Kalau hukum tidak ditegakkan di meja, maka akan kita tegakkan di jalan!” – tutup Atan Gantar Gultom.
(TEAM)











