MEDAN | JurnalPakar.com — Kebakaran hebat melanda Kapal Motor Cendrawasih Laut di Pelabuhan Perikanan Gabion, Belawan, pada Minggu 23 Agustus 2026. Sekitar 75% badan kapal dilaporkan hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada blower di ruang mesin yang sedang dalam proses perbaikan. Percikan api kemudian menyambar tangki BBM dan membuat api cepat membesar.
Kapal tersebut sebelumnya sandar di Dermaga Ikan Gabion untuk menurunkan hasil tangkapan. Usai pembongkaran, dua orang teknisi mesin melakukan perbaikan blower di ruang mesin di bawah pengawasan Udin Bas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar pukul 14.30 WIB, percikan api muncul dari blower yang posisinya berada tepat di atas tangki bahan bakar.
Udin bersama Gultom selaku penjaga kapal sempat berusaha memadamkan api bersama awak kapal lain di sekitar lokasi. Karena kobaran terus meluas, pihak pengelola gudang akhirnya melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran.
Upaya Pemadaman & Pengamanan
Kadispen Kodaeral I, Kolonel Wahyu Kurniawan, menyampaikan bahwa setelah mendapat laporan, personel Posal Medan Labuhan Kodaeral I segera turun ke lokasi untuk mengamankan area dan membantu penanganan.
Tim Babinpotmar Posal Medan Labuhan juga melakukan sterilisasi area dari sisi laut dengan menggunakan speedboat. Mereka berkoordinasi dengan kapal-kapal di sekitar agar menjauh guna mencegah kebakaran merambat.
Sebanyak 9 unit armada pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan dikerahkan ke lokasi kejadian.
Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah itu petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang muncul kembali.
Informasi awal menyebutkan kapal pukat teri ini terbakar di area Gudang Sumber Utama (SU), Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Api disebut pertama kali muncul dari ruang mesin sebelum melalap sebagian besar kapal.
Dampak Pencemaran
Diluar kerugian materi, peristiwa ini juga menimbulkan dampak lingkungan. Setelah pemadaman, terjadi tumpahan minyak dari kapal yang mencemari perairan dan berpotensi merusak ekosistem laut di sekitar Dermaga Gabion.
Reporter: SURYONO












