PKL Simpang Limun Kian Semrawut, Dugaan Premanisme dan Pungli Mencuat, LSM PAKAR Desak Walikota Medan Copot Lurah Sidorejo II Medan Kota dan Lurah Sitirejo III Medan Amplas

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, JurnalPakar.com— Wajah penataan Kota Medan kembali menuai sorotan publik. Di tengah gencarnya narasi pemerintah soal ketertiban dan pembenahan ruang kota, kondisi di kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Simpang Limun justru menunjukkan realitas sebaliknya: semrawut, tak terkendali, dan diduga berada dalam bayang-bayang praktik premanisme yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Kondisi tersebut kini turut menyeret nama Wali Kota Medan, Rico Waas, ke dalam pusaran kritik. Hingga saat ini, dinilai belum terlihat langkah konkret maupun terobosan signifikan dari pemerintah kota untuk menata kawasan tersebut, yang diduga sarat dengan praktik pungutan liar (pungli), intimidasi, hingga penguasaan fasilitas umum oleh pihak-pihak tertentu.

Sejumlah kalangan masyarakat menilai adanya indikasi pembiaran sistematis terhadap praktik ilegal yang seolah kebal hukum. Jalan yang semestinya menjadi akses publik kini nyaris lumpuh, tertutup lapak pedagang yang terus meluas tanpa kendali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, peran aparat kelurahan dan instansi terkait dinilai nyaris tak terlihat. Tidak tampak adanya tindakan tegas maupun penertiban berkelanjutan, sehingga memunculkan kesan bahwa praktik yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut dianggap sebagai hal yang “lumrah”.

Seorang warga Jalan Tanjung Bunga berinisial WS (46) mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bukan hal baru.

“Sudah lama ini terjadi. Dari zaman dulu sampai sekarang tidak pernah selesai, malah semakin ramai dan meluas. Seolah tidak ada yang berani menyentuh,” ujarnya.

WS juga mengaku para pedagang kerap menjadi korban dugaan pungutan liar oleh oknum yang tidak dikenal.

Baca Juga:  Peringati May Day, DPW LSM PAKAR SUMUT: Buruh Sejahtera, Hukum Bicara, Sumut Berdaya

“Yang datang menagih berbeda-beda orang. Dalam sehari bisa sampai tiga kali. Alasannya macam-macam, mulai dari uang keamanan, uang meja, hingga kebersihan. Kami pedagang kecil semakin tertekan,” keluhnya.

Sementara itu, LSM PAKAR Indonesia mendesak Wali Kota Medan untuk segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Lurah Sudirejo II Medan Kota dan Lurah Sitirejo III Medan Amplas. Keduanya dinilai tidak mampu membenahi praktik PKL yang menjamur di sepanjang Jalan Seksama, Kemiri I dan II, serta Jalan Tanjung Bunga.

Maraknya pedagang yang berjualan di badan jalan disebut telah menyebabkan kemacetan parah, terutama pada jam sibuk ketika masyarakat berangkat kerja.

Selain itu, muncul dugaan bahwa aktivitas tersebut dilindungi oleh oknum preman yang secara rutin melakukan pungutan terhadap pedagang. Praktik ini disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penindakan berarti.

Situasi tersebut memunculkan kecurigaan publik terhadap kemungkinan adanya keterlibatan atau pembiaran dari pihak kelurahan. Bahkan, beredar isu bahwa aparat setempat diduga turut menerima aliran dana dari praktik ilegal tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Medan maupun pihak kelurahan terkait atas berbagai tudingan yang berkembang di masyarakat.

Publik kini menanti langkah tegas dan transparan dari pemerintah kota untuk mengembalikan fungsi ruang publik serta menindak tegas segala bentuk praktik ilegal yang merugikan masyarakat kecil.

(TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pererat Ukhuwah, Kantor Imigrasi Belawan Gelar Tausyah dan Baksos
Kapal KRI Imam Bonjol-383 Bongkar Dugaan Pesta Sabu di Kapal Ikan
Oknum Anggota DPRD Medan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan, Ketua Nasdem Medan Bungkam
Bangunan Diduga Milik Zul Agam di Mandala By Pass Tetap Beroperasi Meski PBG Belum Terbit, LSM PAKAR : ‘Walikota Lemah
Pertamina Resmi Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi 1 Juni 2026, Dexlite Turun Pertamax Turbo Naik`
Seorang PNS Di Medan, Curhat Sudah 7 Bulan Kasus Ibu Tiri Yang Aniaya Anaknya Diduga Mangkrak di Meja Penyidik
HARI KETIGA PENCARIAN, TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN KORBAN TERSERET ARUS SUNGAI DELI, KETUM REAKSI APRESIASI SOLIDITAS BASARNAS
Ustadz Nabawi: Porkofinda Medan Akan Gelar Dialog Serap Aspirasi Keresahan Warga Belawan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:26 WIB

Pererat Ukhuwah, Kantor Imigrasi Belawan Gelar Tausyah dan Baksos

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:27 WIB

Kapal KRI Imam Bonjol-383 Bongkar Dugaan Pesta Sabu di Kapal Ikan

Senin, 8 Juni 2026 - 13:21 WIB

Oknum Anggota DPRD Medan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan, Ketua Nasdem Medan Bungkam

Senin, 8 Juni 2026 - 06:01 WIB

PKL Simpang Limun Kian Semrawut, Dugaan Premanisme dan Pungli Mencuat, LSM PAKAR Desak Walikota Medan Copot Lurah Sidorejo II Medan Kota dan Lurah Sitirejo III Medan Amplas

Senin, 8 Juni 2026 - 02:17 WIB

Bangunan Diduga Milik Zul Agam di Mandala By Pass Tetap Beroperasi Meski PBG Belum Terbit, LSM PAKAR : ‘Walikota Lemah

Berita Terbaru