Pasar Aksara Baru Medan Mangkrak, Pedagang Ajukan 6 Tuntutan ke DPRD Kota Medan

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MEDAN, JurnalPakar.com  – Kamis, 4/6/2026. Pasar Aksara Baru di Jalan Masjid, Desa Medan Estate, Kota Medan, kini kondisinya memprihatinkan. Padahal pasar modern yang dibangun dengan anggaran Rp. 98 miliar dan diresmikan tahun 2022 ini memiliki 600 hingga 800 kios. Kini hanya sekitar 10 pedagang yang bertahan berjualan. Pasar tersebut praktis tidak berfungsi.

Menyikapi kondisi itu, para pengurus dan perwakilan pedagang Pasar Aksara Baru menyampaikan 6 poin penting kepada Ketua DPRD Kota Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan saat meninjau langsung lokasi, Rabu 13/5/2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 6 tuntutan pedagang kepada DPRD dan PUD Pasar:

1. Buka akses basement untuk jualan basah dan sembako
Pedagang meminta izin berjualan basah dan sembako di area basement. Sekaligus membuka akses jalan menuju basement agar arus keluar-masuk barang dan pengunjung lebih mudah.

2. Dorong pedagang lantai 1 membuka kios
PUD Pasar diminta segera menyurati pemilik toko di lantai 1 agar segera menempati dan membuka kios. Tujuannya meramaikan suasana pasar agar pembeli mau datang.

3. Pasang plang penunjuk arah di 3 titik
Pedagang meminta Ketua DPRD dan PUD Pasar memasang plang di akses masuk Jalan Masjid, Jalan Letda Sujono, dan Jalan Slamet Ketaren. Agar masyarakat luas mengetahui keberadaan Pasar Aksara Baru Medan.

4. Perbaiki akses jalan menuju pasar
Pedagang memohon akses jalan menuju pasar segera diperbaiki karena kondisinya menghambat pengunjung dan distribusi barang.

5. Geser Pos Polantas yang meresahkan
Keberadaan Pos Polantas di jalan masuk dinilai meresahkan pedagang dan pembeli karena razia mendadak. Pedagang mengusulkan pos digeser ke lokasi lain. Lokasi bekas pos bisa dialihfungsikan menjadi UPT Mall Pelayanan Publik, Samsat Keliling, atau layanan kesehatan. Lokasinya strategis karena dekat sekolah, universitas, dan pasar.

Baca Juga:  ‎PASCA ADUAN KE MABES POLRI, LEGIMAN PRANATA TAGIH JANJI PRESIDEN PRABOWO: "JANGAN BIARKAN PEJABAT KEBAL HUKUM"

6. Segera serahkan aset ke PUD Pasar
Berdasarkan informasi Dirut PUD Pasar, Pasar Aksara Baru masih berstatus aset Pemko Medan dan belum diserahkan pengelolaannya secara penuh ke PUD Pasar. Pedagang meminta Ketua DPRD memberikan atensi serius dan mendorong Wali Kota segera mengalihkan aset ke PUD Pasar Medan, agar direksi dapat cepat mengambil langkah penataan sesuai aturan.

Harapan P3TSU: Wali Kota Harus Bertindak
Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara P3TSU (Perwakilan Pasar Aksara Baru), Zulpan Lubis, turut menyuarakan harapannya. Ia mendesak Wali Kota Medan segera turun tangan agar Pasar Aksara Baru tidak terus menjadi monumen mangkrak.
“Kami berharap Pak Wali Kota Medan bisa membuat pasar ini ramai kembali. Sayang sekali anggaran Rp98 miliar, diresmikan 2022 tapi pasarnya sepi. Kalau aset cepat diserahkan ke PUD Pasar dan 6 poin pedagang ditindaklanjuti, saya yakin Pasar Aksara bisa hidup dan menjadi pusat ekonomi rakyat lagi,” ujar Zulpan.

Suntikan Modal untuk Pedagang
Subagio, salah satu pedagang Pasar Aksara Baru yang masih bertahan, juga menyampaikan harapan. Ia meminta dukungan nyata dari Pemko Medan berupa bantuan modal.
“Kami pedagang di sini butuh suntikan dana biar bisa mulai jualan lagi. Saya berharap Dinas Koperasi, Dinas UMKM, dan dinas terkait lainnya bisa hadir memberi bantuan atau akses permodalan. Kalau modal ada, kios buka, pasar pasti ramai lagi,” harap Subagio.

Para pedagang berharap 6 poin ini segera ditindaklanjuti, ditambah dukungan permodalan. Jika pasar bisa hidup, roda ekonomi pedagang kecil dan masyarakat sekitar akan kembali berputar.

(Zevri Hutabarat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Pembalakan Liar di Sungai Apit: Ribuan Kayu Mahang Ditebang, Pandi Ilog Bungkam Seribu Bahasa!
BONGKAR! Usai Beritakan Gudang Oplosan Minyak, Wartawan Dikeluarkan dari Grup Humas Polsek Kandis — Ada Apa Sebenarnya?
Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!
Sempat Tutup Beberapa Hari Karena Viral, Gelangang Perjudian Tembak Ikan Yepta Disamping Sekolah Yapim Situngaling – Karo Sudah Beroperasi Kembali
MILAD SYARIKAT ISLAM KE-121: BUKAN HANYA SOAL USIA, TAPI TENTANG KONSISTENSI MEMPERKUAT EKONOMI UMAT DAN TRILOGI PERJUANGAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:56 WIB

BONGKAR! Usai Beritakan Gudang Oplosan Minyak, Wartawan Dikeluarkan dari Grup Humas Polsek Kandis — Ada Apa Sebenarnya?

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Sempat Tutup Beberapa Hari Karena Viral, Gelangang Perjudian Tembak Ikan Yepta Disamping Sekolah Yapim Situngaling – Karo Sudah Beroperasi Kembali

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:44 WIB

MILAD SYARIKAT ISLAM KE-121: BUKAN HANYA SOAL USIA, TAPI TENTANG KONSISTENSI MEMPERKUAT EKONOMI UMAT DAN TRILOGI PERJUANGAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Berita Terbaru