Program “Medan Bersih-Bersih” Disorot: Penertiban PKL Dinilai Belum Efektif, Keluhan Warga Meningkat

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JurnalPakar.com

Medan, 13 Mei 2026 — Program penataan kota bertajuk “Medan Bersih-Bersih” yang digembar-gemborkan Pemerintah Kota Medan kembali menuai sorotan tajam. Di lapangan, sejumlah kawasan justru masih dikuasai Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga menyebabkan ruas jalan umum menyempit dan akses warga terganggu.

Di Kelurahan Sudirejo, Jalan Kemiri, Kecamatan Medan Kota, kondisi di lapangan disebut semakin semrawut. Lapak-lapak PKL terlihat memenuhi badan jalan, terutama di kawasan Jalan Tanjung Bunga dan Jalan Seksama, hingga membuat arus lalu lintas tersendat dan akses menuju fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas ikut terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menilai kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa ada penyelesaian yang benar-benar tuntas di lapangan.

Seorang warga, AB (36), mengaku aktivitas harian masyarakat kerap terganggu akibat penyempitan jalan tersebut.

“Kalau antar anak sekolah harus parkir jauh, lanjut jalan kaki. Ke puskesmas juga sama, kadang macet total. Padahal ini jalan umum,” keluhnya.

Situasi serupa juga terjadi di Kecamatan Medan Amplas, Kelurahan Ampalas, kawasan Jalan Selambo No. 20, di mana aktivitas PKL dilaporkan kian meluas hingga mendekati area fasilitas umum seperti sekolah dan layanan kesehatan.

Baca Juga:  Perpres 111/2025 Disahkan Presiden Prabowo, Langkah Mantap Lindungi Ketahanan Negara dari Ancaman Nonmiliter

Namun saat upaya konfirmasi dilakukan, pihak kelurahan setempat belum dapat memberikan keterangan lantaran tidak berada di tempat.

Sementara itu,di Sudirejo , pihak kelurahan melalui Lurah Hasudungan Irwanto Malau mengakui bahwa penertiban sudah berulang kali dilakukan, namun tidak memberikan hasil permanen.

“Sudah sering kami tegur, tapi mereka kembali lagi. Ini juga berkaitan dengan mata pencaharian,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan dari masyarakat terkait efektivitas program “Medan Bersih-Bersih” yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan PKL di titik-titik strategis kota.

Bahkan, sebagian warga menilai penataan yang dijanjikan pemerintah belum terlihat signifikan di lapangan, terutama di kawasan padat aktivitas seperti Simpang Limun hingga Medan Kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Pemerintah Kota Medan terkait langkah tegas dan solusi jangka panjang terhadap persoalan PKL yang terus berulang ini.

Warga berharap program penataan kota tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata di lapangan—terutama dalam menjaga fungsi jalan dan fasilitas umum agar tetap dapat diakses dengan baik.

(TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpakar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!
PEMPROVSU & POLDA SUMUT RAMPUNGKAN DRAF KOMITMEN PENGAWASAN LPG SUBSIDI, TAMPUNG BERBAGAI MASUKAN STRATEGIS
Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah, Minta Sekda dan OPD Tindaklanjuti dengan Serius
MARAK DUGAAN GALIAN C ILEGAL DI DAYUN: BEBAS BEROPERASI, TANAH BERCECERAN, SERTA BUNGKAMNYA PEMILIK
DIDUGA BOCOR MILIARAN! LSM PAKAR BONGKAR DUGAAN MAFIA PARKIR DI 6 RUAS JALAN MEDAN
STATUS DPR JADI TAMENG! WARGA LAPOR DUGAAN MAFIA TANAH & OBSTRUCTION OF JUSTICE DI SUMUT
Sambut HAN 2026, DPC LSM Pakar Batu Bara Santuni 100 Anak Yatim. Ketum LSM PAKAR Apresiasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:29 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Jumat, 11 September 2026 - 10:22 WIB

LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!

Kamis, 3 September 2026 - 11:41 WIB

PEMPROVSU & POLDA SUMUT RAMPUNGKAN DRAF KOMITMEN PENGAWASAN LPG SUBSIDI, TAMPUNG BERBAGAI MASUKAN STRATEGIS

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah, Minta Sekda dan OPD Tindaklanjuti dengan Serius

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:20 WIB

MARAK DUGAAN GALIAN C ILEGAL DI DAYUN: BEBAS BEROPERASI, TANAH BERCECERAN, SERTA BUNGKAMNYA PEMILIK

Berita Terbaru