JurnalPakar.com
Medan, 13 Mei 2026 — Program penataan kota bertajuk “Medan Bersih-Bersih” yang digembar-gemborkan Pemerintah Kota Medan kembali menuai sorotan tajam. Di lapangan, sejumlah kawasan justru masih dikuasai Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga menyebabkan ruas jalan umum menyempit dan akses warga terganggu.
Di Kelurahan Sudirejo, Jalan Kemiri, Kecamatan Medan Kota, kondisi di lapangan disebut semakin semrawut. Lapak-lapak PKL terlihat memenuhi badan jalan, terutama di kawasan Jalan Tanjung Bunga dan Jalan Seksama, hingga membuat arus lalu lintas tersendat dan akses menuju fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas ikut terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menilai kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa ada penyelesaian yang benar-benar tuntas di lapangan.
Seorang warga, AB (36), mengaku aktivitas harian masyarakat kerap terganggu akibat penyempitan jalan tersebut.
“Kalau antar anak sekolah harus parkir jauh, lanjut jalan kaki. Ke puskesmas juga sama, kadang macet total. Padahal ini jalan umum,” keluhnya.
Situasi serupa juga terjadi di Kecamatan Medan Amplas, Kelurahan Ampalas, kawasan Jalan Selambo No. 20, di mana aktivitas PKL dilaporkan kian meluas hingga mendekati area fasilitas umum seperti sekolah dan layanan kesehatan.
Namun saat upaya konfirmasi dilakukan, pihak kelurahan setempat belum dapat memberikan keterangan lantaran tidak berada di tempat.
Sementara itu,di Sudirejo , pihak kelurahan melalui Lurah Hasudungan Irwanto Malau mengakui bahwa penertiban sudah berulang kali dilakukan, namun tidak memberikan hasil permanen.
“Sudah sering kami tegur, tapi mereka kembali lagi. Ini juga berkaitan dengan mata pencaharian,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan dari masyarakat terkait efektivitas program “Medan Bersih-Bersih” yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan PKL di titik-titik strategis kota.
Bahkan, sebagian warga menilai penataan yang dijanjikan pemerintah belum terlihat signifikan di lapangan, terutama di kawasan padat aktivitas seperti Simpang Limun hingga Medan Kota.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Pemerintah Kota Medan terkait langkah tegas dan solusi jangka panjang terhadap persoalan PKL yang terus berulang ini.
Warga berharap program penataan kota tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata di lapangan—terutama dalam menjaga fungsi jalan dan fasilitas umum agar tetap dapat diakses dengan baik.
(TEAM)










